Google

Mencari Tulisan :
 





<< April 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30



bujanggamanik@yahoo.co.id

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:











RSS
Atom
rss feed















Saturday, April 28, 2007
Transmisi Teks dalam Sebuah Naskah

Proses penurunan (transmision) sebuah teks dapat dibedakan ke dalam dua cara: (a) Transmisi teks melalui penyalinan; (b) Transmisi teks melalui penyaduran. Transmisi teks melalui penyalinan dalam arti teks sebuah naskah diturunkan ke dalam naskah lainnya dengan cara penulisan kembali teks tanpa merubah bahasa, aksara, dan bentuk teks yang digunakan dalam naskah sebelumnya. Transmisi teks melalui penyaduran dalam arti teks sebuah naskah diturunkan ke dalam naskah lainnya dengan cara penggubahan kembali teks ke dalam bahasa, aksara, dan atau bentuk teks yang berbeda dari naskah sebelumnya.

Ada beberapa kemungkinan yang terjadi dalam aktivitas penyalinan sebuah naskah: (1) Penyalin menyalin naskah dengan memperhatikan secara seksama tiap bentuk aksara dalam naskah yang disalinnya. Hal ini dimungkinkan karena, antara lain: (a) Penyalin tidak tahu akan aksara dan/atau bahasa dalam naskah yang disalinnya; (b) Penyalin tahu akan aksara dan/atau bahasa dalam naskah yang disalinnya, tetapi tetap menyalin dengan memperhatikan secara seksama tiap bentuk aksara dalam naskah yang disalinnya demi menjaga kesamaan bentuk aksara yang digunakan. (2) Penyalin menyalin naskah sudah tidak lagi memperhatikan secara seksama tiap bentuk aksara dalam naskah yang disalinnya, tetapi penyalin langsung menyalin naskah dengan memperhatikan tiap kata per kata. Hal ini dimungkinkan karena penyalin tahu akan aksara dan/atau bahasa dalam naskah yang disalinnya. Aktivitas penyalinan seperti ini akan menghasilkan naskah salinan berupa: (a) naskah salinan dengan aksara dan bahasa yang sama, (b) naskah salinan dengan aksara yang berbeda tetapi dengan bahasa yang masih sama. Lebih lanjut bisa dikatakan bahwa aktivitas penyalinan yang menghasilkan naskah salinan dengan aksara yang berbeda tetapi dengan bahasa yang masih sama seperti dalam point (2b) di atas itu sudah termasuk ke dalam transmisi teks melalui penyaduran bukan lagi transmisi teks melalui penyalinan.

Penting sekali untuk mengetahui proses transmisi teks dalam sebuah naskah. Hal ini erat kaitannya dengan penentuan kasus salah tulis yang terjadi dalam kegiatan menyunting sebuah naskah. Dengan demikian, sudah semestinya ada beberapa perbedaan kasus salah tulis yang terjadi dalam sebuah naskah hasil dari transmisi teks melalui penyalinan dengan transmisi teks melalui penyaduran.


Dikirim pada 12:03 am oleh [Candra T. Munawar]

@adjalie
September 30, 2007   04:23 PM PDT
 
Perkawis naskah nu teu acan ditalungtik, kawilang seueur keneh khazanah naskah di nusantara nu teu acan kaguar. Kitu oge khazanah naskah Sunda, utamina mah naskah-naskah nu diserat ngangge aksara Sunda Kuno. Kumaha, aya kereteg kangge ngiring ancrub na naskah Sunda?
adjalie
September 24, 2007   12:37 AM PDT
 
nembe mendakan ieu blog sae pikeun urang mah geuning da asa ku aheng saupamana urang teu aya hal model kieu teh. taya lian sim kuring ngawilujengkeun kana ieu blog. tapi aya hiji patalekan pikeun abdi aya sabaraha naskah nu acan digarap/ditalungtik teh kang? hatur nuhun kana waleranana.
Author
May 5, 2007   10:16 PM PDT
 
Hatur nuhun kang kana kamandangna. Leres pisan geuning saparantosna ngotektak eusining hiji naskah teh tingkuniang sawatara patarosan nu ka dituna dipiharep janten tiori nu orsinil.
Oman
May 4, 2007   05:16 AM PDT
 
Sae lah, saya sendiri sekarang ini sedang merekonstruksi 7 varian dari sebuah teks Arab abad ke-17 (http://naskahkuno.blogspot.com/2007/04/my-current-research-activitiy.html). Banyak teori yang bisa disarikan dari pengalaman mengurai teks, yang kadang-kadang tidak dijumpai dalam buku. Moga sukses terus dengan risetnya. Salam
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home

|| KOROPAK || MIAING || LINGUISTIK || SASTRA || FILOLOGI || NARASI || PUITIKA || PEPERENIAN || SCHOLAR ||


modified template by Candra T. Munawar since Agustus 2006
from the original template by blogdrive design